Pengobatan tradisional menggunakan
madu telah dilakukan sejak lama. Madu dikatakan bisa membantu menyelesaikan
masalah pada lambung, batuk ataupun mata. Penelitian yang berkembang
akhir-akhir ini menyebutkan bahwa madu juga memiliki kemampuan untuk membantu
menyembuhkan luka.
Aktivitas antibakteri
dan antiseptik pada madu dapat mengurangi pertumbuhan bakteri yang menginfeksi
luka gangren.
Kadar zat-zat kimiawi pada madu
sangat berguna untuk mengurangi nyeri akibat radang, dan melancarkan sirkulasi
darah. Madu juga dilangsir dapat membantu pertumbuhan jaringan kulit yang baru,
dengan hanya sedikit meninggalkan luka parut atau bahkan tidak sama sekali.
Menggunakan madu untuk mengobati
luka gangren akibat diabetes, tidaklah sulit. Bahkan, dengan bantuan keluarga
di rumah, penderita diabetes dengan luka gangren bisa melakukannya. Tapi,
alangkah lebih baik jika terapi madu pada gangren ini juga dilakukan dalam
pengawasan perawat.
CARA KERJA
Oleskan madu pada bagian yang
terinfeksi secara merata. Mengoleskannya tidak perlu terlalu tebal. Pada kasa
untuk membalut, oleskan juga madu. Kemudian, balutkan kasa yang telah diberi
madu menutupi bagian yang terluka. Terapi madu seperti ini tidak dianjurkan
untuk luka ganggren yang sangat basah.
Untuk luka yang sangat basah,
disarankan untuk menggunakan dua lapisan kasa. Kasa yang telah diolesi madu
dipakaikan kepada luka, lalu dilapisi dengan kasa kedua. Kasa kedua ini
digunakan untuk menyerap kembali rembesan madu yang keluar. Sejauh ini madu
dianggap sangat aman untuk luka basah sekalipun, karena sifatnya yang cair,
madu juga mudah dibersihkan dengan air.
Pada luka gangren yang sangat basa,
penggantian balutan sebisa mungkin dilakukan lebih sering. Sedangkan untuk luka
gangren yang tidak terlalu basah, penggantian pembalut bisa dilakukan tiga kali
dalam seminggu.
Walaupun terapi madu ini bisa
membantu proses penyembuhan dan pengeringan luka, namun perhatian penderita
diabetes pada pencegahan munculnya gangren harus lebih diutamakan. Pada wanita
diabetes, sebaiknya hindari penggunaan sepatu hak tinggi. Hindari juga memotong
kuku terlalu pendek. Merendam kaki di air yang hangatpun sebisa mungkin tidak
dilakukan.
Penderita diabetes yang memiliki
kecenderungan tinggi mendapat luka gangren, tidak dianjurkan untuk melakukan
diet tinggi kolesterol, karena dapat memicu arteriosklerosis. Sebainya
penderita juga mengurangi kebisaan merokok atau bahkan berhenti sama sekali.
Bagaimanapun, madu hanya sebagai
alat yang membantu menyembuhkan, sedangkan gaya hidup pendeita diabetes yang
baik, lebih penting untuk mencegah gangren itu terjadi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar