Senin, 30 September 2013

Manfaat Madu Pada Luka Diabetes Melitus


Pengobatan tradisional menggunakan madu telah dilakukan sejak lama. Madu dikatakan bisa membantu menyelesaikan masalah pada lambung, batuk ataupun mata. Penelitian yang berkembang akhir-akhir ini menyebutkan bahwa madu juga memiliki kemampuan untuk membantu menyembuhkan luka.
Aktivitas antibakteri dan antiseptik pada madu dapat mengurangi pertumbuhan bakteri yang menginfeksi luka gangren.
Kadar zat-zat kimiawi pada madu sangat berguna untuk mengurangi nyeri akibat radang, dan melancarkan sirkulasi darah. Madu juga dilangsir dapat membantu pertumbuhan jaringan kulit yang baru, dengan hanya sedikit meninggalkan luka parut atau bahkan tidak sama sekali.
Menggunakan madu untuk mengobati luka gangren akibat diabetes, tidaklah sulit. Bahkan, dengan bantuan keluarga di rumah, penderita diabetes dengan luka gangren bisa melakukannya. Tapi, alangkah lebih baik jika terapi madu pada gangren ini juga dilakukan dalam pengawasan perawat.
CARA KERJA
Oleskan madu pada bagian yang terinfeksi secara merata. Mengoleskannya tidak perlu terlalu tebal. Pada kasa untuk membalut, oleskan juga madu. Kemudian, balutkan kasa yang telah diberi madu menutupi bagian yang terluka. Terapi madu seperti ini tidak dianjurkan untuk luka ganggren yang sangat basah.
Untuk luka yang sangat basah, disarankan untuk menggunakan dua lapisan kasa. Kasa yang telah diolesi madu dipakaikan kepada luka, lalu dilapisi dengan kasa kedua. Kasa kedua ini digunakan untuk menyerap kembali rembesan madu yang keluar. Sejauh ini madu dianggap sangat aman untuk luka basah sekalipun, karena sifatnya yang cair, madu juga mudah dibersihkan dengan air.
Pada luka gangren yang sangat basa, penggantian balutan sebisa mungkin dilakukan lebih sering. Sedangkan untuk luka gangren yang tidak terlalu basah, penggantian pembalut bisa dilakukan tiga kali dalam seminggu.
Walaupun terapi madu ini bisa membantu proses penyembuhan dan pengeringan luka, namun perhatian penderita diabetes pada pencegahan munculnya gangren harus lebih diutamakan. Pada wanita diabetes, sebaiknya hindari penggunaan sepatu hak tinggi. Hindari juga memotong kuku terlalu pendek. Merendam kaki di air yang hangatpun sebisa mungkin tidak dilakukan.
Penderita diabetes yang memiliki kecenderungan tinggi mendapat luka gangren, tidak dianjurkan untuk melakukan diet tinggi kolesterol, karena dapat memicu arteriosklerosis. Sebainya penderita juga mengurangi kebisaan merokok atau bahkan berhenti sama sekali.
Bagaimanapun, madu hanya sebagai alat yang membantu menyembuhkan, sedangkan gaya hidup pendeita diabetes yang baik, lebih penting untuk mencegah gangren itu terjadi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar